kuhayati
tubuhmu seperti si gila
mengukur jalan
raya
dengan tapak
kaki beralas doa
membaca
pertanda lewat hujan
yang turun
dari matamu
pada tiap
tikungan tubuhmu
ada isyarat
cuaca
kau puisi yang
takkan pernah
selesai kubaca
rumahcahayadepok,
27.12.07

0 komentar:
Posting Komentar