kau yang selalu menjanjikan kesunyian
mengapa selalu gaduh di kepala
suarasuara bising setiap aku mau
memejamkan mata
kau yang selalu mandi cahaya palsu
mengapa tak letih mengajak aku bersekutu
mendugaduga apakah besok pagi
matahari akan terbit dari barat
kau yang selalu gagal melihat wajah pagi
bisakah kau tak datang terburuburu
aku ingin menikmati senja lebih lama
sambil menghitung berapa banyak waktu
di dalam saku kemejaku
balaipustaka, 090508

0 komentar:
Posting Komentar