Kerinduan

/ Jumat, 11 Mei 2007 /



beri nama pada kerinduan
katamu, panah beracun
yang menancap di dada
mengalirkan kematian
ke pembuluh darah

lalu

tubuh siapa membiru
di pojok ruang yang telah
kehilangan waktu
tertancap panah rindumu

beri nama pada kerinduan
katamu, sebatang lilin
yang terbakar nyala api
melelehkan tubuh
hingga ke akhir sumbu

lalu

hati siapa mengabu
di pojok ruang yang telah
kehilangan waktu
terbakar api lilin rindumu
beri nama pada kerinduan

maka

akan kautemukan tubuh biru
dengan hati mengabu
di pojok ruang yang telah
kehilangan waktu
: aku

rumahcahayadepok, 10.05.07

0 komentar:

Posting Komentar

Arsip Puisi

 
Copyright © 2010 album puisi, All rights reserved
Design by DZignine. Powered by Blogger