Sebab Hidup Hanya Sekumpulan Warna-warna

/ Minggu, 24 Desember 2006 /

kau adalah seteru sekaligus sekutu abadiku
sebagai seteru kita selalu saja
tak bersetuju dalam mengenali warnawarna

putih kau bilang hitam
hitam kau bilang putih

yang kau sebut hitam kukenali sebagai putih
yang kau sebut putih kukenali sebagai hitam

mata siapa di antara kita yang tak awas
hati siapa di antara kita yang tak waras

tak jarang kita gagal mengenali warnawarna
demikianlah kita menjadi sekutu
bersetuju menyebut warna abuabu

sebab hidup hanya sekumpulan warnawarna
dan setiap warna harus diberi nama

padahal kita butawarna
sejak dari semula

Depok, 24.12.06 11:10 AM


0 komentar:

Posting Komentar

Arsip Puisi

 
Copyright © 2010 album puisi, All rights reserved
Design by DZignine. Powered by Blogger