TIDUR

/ Rabu, 01 Oktober 2014 /
tidur terbangun dari ranjangnya
televisi ribut sendiri di ruang keluarga
orang-orang main sepak bola di dalamnya
baru babak pertama sudah dua satu
waktu sudah jauh meninggalkan pukul satu
kalender baru saja memulai hari di tanggal satu
tidur melongok dari balik daun pintu kamarnya
lelaki itu sedang memandangi natebooknya
mengapa kau meninggalkanku, tidur berkata
kepada lelaki yang meninggalkan tidur sendiri
dalam kamarnya yang penuh mimpi
bukankah kau ada janji pukul 8 nanti
bertemu kerja di jalan bunga, kata tidur lagi
tapi ia terlalu asik memandangi netbooknya
tidur tahu, lelaki itu tak mau bertemu kerja
belakangan, kerja sering tidak menepati janji
ia menukar tanggal satu di kalendernya
dengan angka lima belas, keluhnya
padahal lelaki itu harus menjaga mimpi
dalam kamarnya saat ia berbaring
bersama tidur di atas ranjang
akhirnya, tidur meninggalkan
lelaki yang kini ditonton
televisi di ruang keluarga
tanpa mimpi, ya, tanpa mimpi
tarikolot, 1/10/2014

0 komentar:

Posting Komentar

Arsip Puisi

 
Copyright © 2010 album puisi, All rights reserved
Design by DZignine. Powered by Blogger