berkali-kali kantuk mengetuk-ngetuk
jendela mataku yang masih menguak
"sudah waktuku menutup jedela matamu."
tak kuizinkan ia masuk ke pelupuk mataku
"pagi tadi kaubujukku tinggal di pelupuk matamu"
tapi ini malam, telah kutitipkan sunyiku kepadanya
depok, 14/09/2013

0 komentar:
Posting Komentar