Malam di Sebuah Telepon Genggam

/ Jumat, 07 September 2012 /

jarum jam sudah mengantuk
saat telepon genggam mengutuk
ngutuk minta segera diangkat
padahal kantuk taksegera minggat

akhirnya dibangunkan lelaki itu
sambil menyerahkan kantuk dan
telepon genggam. katanya, pacarmu
kehilangan kantuk di telepon

sambil mengantuk lelaki itu
masuk dalam telepon genggam
dan dengan pacarnya ia bertemu
pada sebuah rindu yang mencekam

lelaki itu segera kehilangan kantuk
mendengar suara letusan dari dada
kedua anaknya yang berselimut kantuk
di dalam kamar pacarnya

sudah dua malam mereka
kehilangan kantuk karena
jarum jam meninggalkan mereka
dalam sebuah batuk

Pulokambing, 6 September 2012


0 komentar:

Posting Komentar

Arsip Puisi

 
Copyright © 2010 album puisi, All rights reserved
Design by DZignine. Powered by Blogger